Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

    Blusukan ke Kabupaten Asmat, Jokowi Tunggangi Sepeda Motor Listrik

    Blusukan ke Kabupaten Asmat, Jokowi Tunggangi Sepeda Motor Listrik

    Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua. Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi mengendarai sepeda motor listrik.
    Pantauan di lokasi, Kamis (12/4/2018), Jokowi mengawali blusukannya dari Pelabuhan Agats, Asmat, Papua. Itu dilakukan setelah dia terbang dari Tembagapura dengan menggunakan Helikopter Kepresidenan.
    Jokowi tak canggung mengendarai sepeda motor listrik. Bahkan, ia turut membonceng Ibu Negara Iriana Jokowi di atas sepeda motor berwarna merah dan putih itu. Motor dilengkapi dengan pelat nomor RI 1.
    Memang, seluruh penduduk Kabupaten Asmat ini menggunakan sepeda motor listrik sebagai transportasi utama di dalam pulau. Warga sekitar menyebutnya sepeda listrik, tapi bentuk dan ukurannya mirip dengan sepeda motor.
    Usai dari Pelabuhan Agats, Jokowi melanjutkan perjalanannya ke Gedung Serbaguna Widya Mandala. Di tempat itu, Jokowi dan rombongan bertemu dan berbincang dengan ibu-ibu dan anak-anak suku Asmat.
    Dalam kesempatan ini, Jokowi menanyakan tentang perkembangan gizi bagi ibu-ibu hamil dan anak. Sebab, beberapa waktu lalu Kabupaten Asmat sempat dilanda Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak.
    "Kita perlu gizi, kesehatan bagi ibu-ibu atau mama-mama dan anak-anak kita di sini. Itu tadi yang saya kira-kira saya sampaikan. Dan Pak Bupati melakukan secara rutin, misalnya di kota ada 320 ibu-ibu dan anak yang setiap hari diberikan telur, kacang hijau, buah, ikan, dan lain-lain, supaya gizi anak terjaga," terang Jokowi.

    Empat Objek Wisata yang Wajib Dikunjungi Jika ke Asmat

    Empat Objek Wisata yang Wajib Dikunjungi Jika ke Asmat

    Empat Objek Wisata yang Wajib Dikunjungi Jika ke Asmat


    Metro Merauke – Asmat merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang sungguh luar biasa. Contohnya saja ialah taman nasional Lorenz yang masih sangat alami.
    Selain alamnya, kabupaten Asmat juga memiliki banyak potensi wisata lainnya, baik itu dari sisi budaya hingga sosial. Nah kalau kamu penasaran apa saja objek wisata yang bisa kamu kunjungi bila berkunjung ke sana. Berikut kami akan informasikan tentang objek-objek wisata di kabupaten Asmat.
    Taman Nasional Lorenz

    Taman nasional Lorensz merupakan salah satu taman nasional terluas yang ada di asia tenggara. Selain itu ekosistem taman nasional ini juga merupakan ekosistem dengan keanekaragaman hayati paling lengkap yang ada di asia pasifik.
    Pesta budaya Asmat
    Pesta budaya asmat merupakan salah perayaan di kabupaten asmat yang menampilkan banyak budaya masyarakat asmat. Pesta ini juga salah satu cara kabupaten asmat untuk melestarikan banyak budaya disana.
    Biasanya dalam pesta ini akan banyak ditampilkan hasil karya baik tarian, lagu hingga karya seni ukiran khas suku asmat. Pesta budaya asmat juga sudah menjadi andalah kabupaten asal timur. Jadi jika kamu berkunjung kesan kamu bisa menikmati festival yang biasanya dilakukan setahun ini.
    Museum Budaya Asmat
    Museum ini terletak di kota Agats, disini kamu bisa melihat banyak hasil karya suku asmat. Mulai dari ukiran hingga baju perang dizaman dahulu. di museum ini terdapat sekitar 1.200 item hasil karya dari kebudayaan dan kerajinan masyarakat asmat.
    Rawa Baki
    Rawa baki daan hutannya bisa dijadikan tempat wisata alam yang cukup menangtang. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan lindung, disini setidaknya disini ada 123 hektar wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati yang dilindungi karena mulai punah. (Rota Rita)
    Sumber: viva.co.id

    Pengembangan Pariwisata di Asmat Terkendala Transportasi

    Pengembangan Pariwisata di Asmat Terkendala Transportasi

    Foto udara hamparan rumah di atas rawa dan sungai di kota Agats Kabupaten Asmat, Papua, Senin (29/1).
    Foto udara hamparan rumah di atas rawa dan sungai di kota Agats Kabupaten Asmat, Papua, Senin (29/1).
    Foto: Antara/M Agung Rajasa
    Carter pesawat masih Rp 38 juta untuk satu arah.
    REPUBLIKA.CO.ID,  JAYAPURA -- Pengurus Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi Papua mengungkapkan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Asmat, terkendala transportasi karena belum ada jadwal penerbangan rutin.
    "Masalah utama ke Asmat adalah transportasi yang kurang mendukung. Kalau mau carter pesawat Rp 38 juta (kapasitas maksimal tujuh orang) untuk satu arah, tidak pulang-pergi," ujar Ketua Asita Papua Iwanta Parangin-Angin, di Jayapura, Jumat (23/2).
    Ia mengungkapkan pada era tahun 90-an, sektor pariwisata Asmat cukup berkembang dan banyak didatangi wisatwan karena pada saat itu masih ada layanan penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Merpati Airlines.
    "Padahal kalau masih berjalan masyarakat dapat pendapatan, mulai dari penyewaan perahu hingga turis yang membeli kerajinan," kata dia.
    Menurut dia, selain masalah transportasi, pengelolaan kegiatan pariwisata pun menjadi salah satu penyebab lemahnya kemajuan pariwisata di daerah tersebut.
    "Pariwisata di Asmat turun sejak ada pemekaran kabupaten. Dan sebelum pemekaran kegiatan dikelola oleh keuskupan, sekarang pemerintah," kata dia.
    Iwanta menilai potensi pariwisata di Kabupaten Asmat masih bisa ditingkatkan kembali karena masih banyak wisatawan yang menanyakan rute perjalanan ke wilayah tersebut.
    "Untuk ke Asmat banyak yang tanya, tetapi ketika dikasih tahu mengenai biaya, mereka biasanya mundur. Biasanya kami tawarkan paket wisata senilai 3.000 dolar AS. Umumnya yang datang ke Asmat adalah "spesical interest", biasanya pecinta barang antik," kata Iwanta.
    Sumber : Antara
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Website | DISTRIK SURU-SURU KABUPATEN ASMAT - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger